Bahan Luar Angkasa Mendekati Bumi, Sarjana Pastikan Bukan Lubang Hitam

PADA awal tahun ini sebuah pokok luar angkasa yang diduga lubang hitam ( black hole ) dilaporkan berada lulus dekat dengan Planet Bumi. Setelah melakukan analisis, tim ilmuwan mengonfirmasi bahwa benda itu bernama HR 6819 dan sama sekali tidak lubang hitam.

Para ilmuwan menyebut benda itu dua bintang dengan orbit biner yang sedikit tidak biasa jadi sulit untuk menafsirkannya. HR 6819 ini terletak sekira 1. 120 tahun cahaya, dan menjadi rahasia selama beberapa waktu belakangan. Substansi tersebut dianggap sebagai bintang tunggal dari tipe Spektrum Be.

Baca juga: Peneliti Temukan 6 Galaksi Terjebak di Jalur Sekitar Lubang Hitam 

Dinukil dari Science Alert , Rabu (21/10/2020), benda ini adalah bintang biru putih panas di deret pokok yang spektrumnya mengandung garis emisi hidrogen kuat. Benda ini ditafsirkan sebagai bukti cakram gas lingkungan yang dikeluarkan oleh bintang masa ia berputar dengan kecepatan equator sekira 200 kilometer per denyut.

Pada 1980-an para astronom memerhatikan bahwa benda tersebut memberikan tanda cahaya seperti lantaran bintang tipe-B kedua, B3 III. Hal ini ditemukan pada 2003 yang berarti HR 6819 bukanlah satu, tetapi dua bintang.

Analisis lebih lanjut selalu mengungkapkan bahwa Bintang B3 III memiliki 6 kali massa matahari dengan orbit 40 hari. Tetapi, Bintang Be juga memiliki kawula yang sama tidak bergerak sama seluruhnya. Bintang yang memiliki massa biner sama harusnya bergerak mengorbit tengah gravitasi secara timbal balik.

Setelah melalui penghitungan cermat, tim astronom menyimpulkan bahwa Kartika B3 III mungkin mengorbit objek ketiga lainnya yang tidak terlihat, seperti lubang hitam.

“Kehadiran Bintang Be dalam Spektrum HR 6819 menunjukkan interpretasi lain dari sistem tersebut. Ada prospek Bintang B3 III bermassa rendah dan dipereteli yang masih muda serta bercahaya. Dalam hal itu Bintang Be menjadi pendamping di dalam biner 40 hari, bukan lubang hitam, ” kata astronom sebab Georgia State university, Douglas Gies dan Luqian Wang.

Baca juga: Astronom Saksikan Black Hole Hancurkan Bintang dalam Luar Angkasa 

Ini artinya, Bintang B3 III bermassa jauh lebih rendah bakal mengitari Bintang Be. Jika betul ini masalahnya, maka gerakan orbital tersebut dapat dideteksi dalam gas hidrogen yang mengelilingi Bintang Be. Mereka dengan hati-hati mempelajari emisi hidrogen dalam spektrum sistem.

“Ini menunjukkan bahwa HR 6819 adalah sebuah sistem biner yang terdiri dari Bintang Be massif dan pendamping bermassa hina yang merupakan sisa bekas kartika donor massa dalam biner mutasi massa, ” jelasnya.