Belajar: Darah Manusia bagi Nyamuk Agaknya Seperti Permen

Bila selama ini Kamu menyimpan pertanyaan besar mengapa nyamuk suka darah manusia, maka hasil studi penelitian ini mungkin hendak menjawab rasa penasaran Anda. Sungguh, akhirnya peneliti tahu alasan kok nyamuk suka darah manusia.

Menurut laporan New York Post, peneliti Amerika Konsorsium akhirnya mengetahui alasan darah manusia begitu diincar nyamuk. Salah kepala alasannya ialah karena darah pribadi bagi nyamuk itu rasanya sesuai permen.

“Kami pikir menemui darah manusia bagi nyamuk adalah sesuatu yang benar-benar unik, ” kata Leslie B. Vosshall, Ph. D, dari Universitas Rockefeller New York. Penyelidik Howard Hughes Medical Institute mempelopori penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ‘Neuron’ tersebut.

Studi tentang pembawaan ini coba menerangkan kenapa darah manusia terasa ‘asin dan manis’ seperti karamel asin pada sakat epicurean, yang mampu mendeteksi kombinasi setidaknya empat zat berbeda di darah. Ini tekniknya seperti lidah manusia yang bisa membedakan rasa asin, manis, pahit, asam, serta gurih.

Nyamuk betina omnivora menggunakan alat perasa khusus mereka untuk memisahkan antara nektar yang mereka konsumsi untuk energi dan darah yang mereka minum sebelum bertelur. Nyamuk bahkan memiliki mulut yang terisolasi untuk setiap kebutuhannya. Ya, ada gigi manis untuk mengonsumsi dengan manis dan ada alat suntik yang menembus kulit dan mengekstrak plasma, menurut studi baru itu.

 

Untuk menguji indera perasa pengisap darah, para peneliti menutup nyamuk hasil rekayasa genetik dengan tanda fluorescent yang menyala ketika neuron sesuai dengan rasa terbatas diaktifkan. Para peneliti kemudian meluluskan nyamuk-nyamuk itu darah yang bonafid dan campuran glukosa, garam, natrium bikarbonat (ditemukan dalam darah serta soda kue) dan ATP atau senyawa yang meningkatkan energi.

“ATP adalah barang misterius khusus yang rasanya tak ada artinya bagi manusia, tapi sangat menarik dan bermanfaat bagi nyamuk, ” terang Vosshall, dengan telah mencobanya sendiri seperti apa rasa ATP.

Hasilnya, para ilmuwan menemukan kalau sekitar setengah sel merepons darah baik yang asli maupun contoh. Sementara itu, separuh lainnya tidak bereaksi terhadap apapun.

Baca juga: Mengapa zaman Supermoon Bulan Tampak Membesar?