gawat-data-500-juta-pengguna-facebook-diduga-bocor-1

JAKARTA – Peretas meminta mengantongi data pribadi bertambah dari 500 juta pengguna media sosial dari Facebook Inc. Dikutip dari Reuters, Minggu (4/5/2021), kabar ini pertama kali diberitakan situs teknologi Motherboard.

Data dengan diambil peretas antara asing berupa nomor telepon, basis data yang sama dengan yang beredar di kalangan peretas pada Januari berarakan.

Menurut laporan Reuters, data itu dijual di sebuah posisi untuk peretas kelas bawah dalam bentuk kredit digital, yang bisa dibeli dengan mata uang Euro.

Pendiri perusahaan polisi kriminal siber Hudson Rock dari Israel, Alon Gal, data tersebut valid, sesudah dicek keasliannya terutama ke beberapa nomor telepon milik orang yang ia kenal.

Baca serupa:   Suara dan Gambar Trump Dilarang di Facebook

Sejumlah jurnalis juga bisa mencocokkan bagian telepon ke informasi asing yang ada di dasar data tersebut.

Facebook dalam keterangan formal menyebut data tersebut sudah “sangat lama” dan bersangkutan dengan masalah yang telah diperbaiki pada Agustus 2019.

Gal memperhitungkan pengguna Facebook harus diperingatkan tentang serangan rekayasa sosial, social engineering, yang ingin mendapatkan nomor telepon atau data pribadi lainnya. (qlh)

(amr)