Lurus Tektonik Ditemukan di Samudera Pasifik Setelah Hilang 60 Juta Tahun

LURUS tektonik yang hilang selama 60 juta tahun ditemukan di lembah Samudera Pasifik. Ini telah direkonstruksi para ilmuwan di University of Houston.

Lumrah sebagai Resurrection (Kebangkitan), lempeng tersebut sudah menjadi perbincangan yang kontroversial karena banyak yang menganggapnya tak pernah ada. Namun di bagian lain ada juga yang mengutarakan lempeng itu mungkin secara tepat menghasilkan gunung berapi di Samudera Pasifik atau yang dikenal secara Ring of Fire.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Bagian Baru di Kepala Manusia 

“Gunung berapi terbentuk pada batas lempeng. Makin banyak lempeng maka makin banyak pula gunung berapi, ” kata rekan penulis studi Jonny Wu, sebagaimana dikutip dari Fox News , Sabtu (24/10/2020).

Ia mengatakan gunung suluh juga dapat memengaruhi iklim. Jika ingin memahami tentang iklim oleh sebab itu banyaknya gunung api patut diperhitungkan.

Para peneliti coba menggunakan contoh komputer untuk merekonstruksi lempengan dibanding era Kenozoikum (66 juta tarikh lalu), tidak lama sebelum kepunahan massal dinosaurus. Saat itu ada dua lempeng tektonik di Samudera Pasifik yakni Kula dan Farallon. Lempeng ini sudah lama berharta di bawah kerak Bumi kelanjutan proses subduksi.

Lalu pada 2013, peneliti yang bertentangan mengonfirmasi Lempeng Farallon masih ada di California Tengah dan Meksiko. Ada banyak magma di Negeri Bagian Alaska dan Washington yang menurut para ahli geologi adalah sisa-sisa lempeng tektonik yang sudah lama hilang.

Baca juga: Studi Baru Ungkap Ular Bisa Melihat dengan Bagus di Keadaan Gelap Total 

Lempeng tektonik terus bergerak di sekitar permukaan Dunia yang membuatnya bertabrakan sehingga membentuk pegunungan atau meluncur ke bawah membentuk zona subduksi.

“Kami memiliki bukti bahwa lurus tektonik Ressurection benar-benar ada. Ana juga akan menyelesaikan advokasi secara pihak yang mendukung data saya, ” kata penulis utama penelitian Spencer Fuston.