Pengkaji Temukan Spesies Baru Laba-Laba dengan Organ Reproduksi Berbeda

CHARLOTTE Hopfe, mahasiswa University of Bayreuth, Jerman, berhasil mengidentifikasi spesies baru laba-laba. Spesies itu diketahui sebagai bagian dari Arakhnida yang berasal lantaran Cordillera Tengah di Kolombia, wilayah 3. 500 meter di atas permukaan laut, tidak jauh daripada Pantai Pasifik.

Kini hasil temuan tersebut sudah diberi nama Ocrepeira Klamt. Secara hasil studi yang tertuang pada makalah “Ocrepeira Klamt sp. n. (Araneae: Araneidae), A Novel Spider Species From an Andean Paramo in Colombia” yang telah dipublikasikan melalui jurnal ilmiah PLOS ONE pada 24 Agustus 2020.

“Saya memilih nama zoologi Ocrepeira Klamt untuk menghormati Ulrike Klamt, guru bahasa Jerman saya dalam sekolah menengah. Antusiasme dia dalam mengejar profesinya dan minat dengan dia tunjukkan pada murid-muridnya dan dalam sastra merupakan inspirasi bagi saya, ” ucap Charlotte Hopfe, dikutip Phys , Jumat (18/9/2020).

Baca juga: Ilmuwan Temukan Kerusakan Parah 2 Gletser Utama di Antartika 

Hopfe awal mulanya melakukan penelitian sebagai bentuk untuk meraih gelar ahli (Ph. D). Ia meneliti di wilayah tersebut karena Cordillera masyhur dengan keragaman variasi spesies dengan kaya. Adapun penelitian itu tempat lakukan di bawah pengawasan Guru besar Dr Thomas Scheibel di kelompok penelitian Biomaterial.

Dibanding hasil identifikasi penelitian ini, diketahui Ocrepeira Klamt memiliki struktur organ reproduksi berbeda. Perbedaan ini sangat mencolok, bahkan jika dibandingkan secara spesies lainnya yang terkait. Pasalnya tidak hanya kaya akan spesies, Wilayah Cordillera memiliki kondisi iklim, vegetasi, dan ekosistem yang selalu sangat berbeda.

Baca juga: Studi Baru Temukan Potensi Kehidupan di Venus 

Bahkan sebelumnya dalam wilayah itu peneliti telah menemukan lebih dari 100 spesies laba-laba lain. Meski untuk saat itu pada dasarnya belum dapat dipastikan apakah hal tersebut mempengaruhi kemajuan laba-laba dan sifat sutranya. Tetapi sejalan dengan itu, temuan demi temuan ini juga dapat mengiblatkan peneliti lain pada studi pertama.

(han)