Perut Sampah Luar Angkasa Berukuran Gembung Tidak Jadi Tabrakan

PREDIKSI tabrakan dua puing orbital yakni satelit navigasi Rusia yang sudah tidak berfungsi dengan berpandu bekas milik China ternyata tak terjadi. Dua sampah luar udara itu meluncur aman melewati satu sama lain di atas Samudera Atlantik Selatan pada Kamis malam kemarin. Mereka meleset hanya sekitar 82 kaki (25 meter) agak 59 kaki (18 m).

“Tidak ada indikasi tabrakan. CZ-4C R/B (bodi peluru bekas milik China) melewati LeoLabs Kiwi Space Radar 10 menit setelah TCA. Data kami cuma menunjukkan satu objek seperti yang kami harapkan, tanpa tanda-tanda puing. Kami akan menindaklanjutinya dalam kurang hari mendatang di Medium secara penilaian risiko mendalam yang lengkap tentang peristiwa ini, ” tweet LeoLabs pada Kamis malam, sama dengan dikutip dari Space , Sabtu (17/10/2020).

Baca juga: 2 Sampah Asing Angkasa Berukuran Besar Diprediksi Silih Bertabrakan Malam Ini 

Para-para ilmuwan dari Badan Antariksa Eropa memperkirakan sekira 34. 000 reruntuk dengan lebar lebih dari 4 inci (10 sentimeter) sedang mengelilingi Planet Bumi saat ini.

Mereka menyatakan angkanya makin bertambah. Mungkin ada 900. 000 atau lebih objek orbital dengan lebar antara 0, 4 sampai 4 inci (1–10 cm) pada orbit dan 128 juta di rentang 0, 04 hingga 0, 4 inci (1 mm–1 cm).

Masalah puing itu akan terus bertambah karena semakin menjamur satelit yang diluncurkan ke sungguh angkasa. Hal itu menimbulkan perkara dan bahkan akan semakin parah disebabkan penerbangan luar angkasa serta kegiatan eksplorasi yang terus dilakukan. Menurut para ahli, masalah itu harus segera ditangani mulai sekarang.

Baca pula: Astronom Saksikan Black Hole Hancurkan Bintang di Luar Angkasa 

(han)